Bisnis Informatika Secara Umum

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Istilah teknologi informasi mulai populer di akhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data processing).Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital.

Kilas-Balik Perkembangan TIK

Membicarakan perkembangan TIK dan globalisasi ekonomi ibarat membicarakan dua sisi dari sebuah koin tunggal; keduanya menggambarkan dua karakteristik penting perkembangan kemasyarakatan di penghujung abad ke-20. Munculnya gagasan tentang information society ataupun knowledge-based society memperlihatkan adanya upaya untuk melihat kedua sisi koin tersebut secara serentak.

Bentuk awal telekomunikasi berskala nasional adalah telegrap. Teknologi berbasis kabel (wire-based technology) ini menyediakan pondasi bagi perkembangan jejaring telepon, yang pada gilirannya menjangkau bagian yang lebih luas dari permukaan Bumi. Dengan penggunaan teknologi kabel lintas-lautan (transoceanic cables), berbagai wilayah yang terpisah oleh laut menjadi terhubungkan menjelang akhir 1900.

Meningkatnya permintaan dari sektor bisnis akan sarana untuk mengontrol informasi, khususnya yang terkait dengan kegiatan produksi dan distribusi, menjadi pemacu utama pengembangan aplikasi dari telematika (telematics). Di awal perkembangannya (seabad yang lalu), aplikasi-aplikasi ini didorong oleh kebutuhan-kebutuhan di sektor bisnis, seperti computer-aided design (CAD), remote sensing devices, management information systems, dan data bases. Tetapi baru pada era 1960-an teknologi komputer dan teknologi elektronik melebur dengan teknologi broadcasting dan telekomunikasi berbasis kabel.

Permintaan militer juga memacu terjadinya inovasi, khususnya dalam wireless technologies, selama masa Perang Dunia Ke II. Penggunaan dalam militer dikenal dengan teknologi C4I: command, control, communications, computing, dan intelligence. Bahkan telematika, digabungkan dengan sistem dan perangkat lunak, telah dikonsepsikan sebagai “senjata” baru di abad ke-21 ini.

Inovasi yang berlangsung secara masif berlangsung dalam 25 tahun terakhir, sejak 1970-an, di mana kabel tembaga mulai diganti dengan kabel serat optik, satelit dan teknologi nir-kabel lainnya, seperti microwave dan seluler. Pada periode yang sama, teknologi komputer berevolusi dari sebatas wordprocessing dan accounting menjangkau image dan graphic processing, yang membutuhkan penyimpanan dan pengolahan data dalam kapasitas yang sangat besar. Dan secara fisis komputer berevolusi dari berukuran sebesar sebuah ruang tamu sampai menjadi perangkat yang portabel dan personal. Kemampuan yang sangat tinggi untuk mengirim dan menerima data dan citra, selain suara, meleburkan kedua jenis teknologi tersebut menjadi yang kini lazim disebut information and communication technology (ICT), atau teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Internet dan World Wide Web (WWW) menjadi wujud utama peleburan kedua jenis teknologi. Dan industri TIK hari ini merupakan kombinasi dari sekurang-kurangnya empat jenis industri: industri komputer, industri komunikasi, industri perangkat lunak, dan industri hiburan.

Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi

A. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan

Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnyapenerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salahsatu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan, cara lama kebanyakan.

B. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis

Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.

C. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan

Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo,pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.

D. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan

Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data,audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang

murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orangatau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

E. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan

Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.

Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Dunia Bisnis

Pemanfaatan TIK di Sektor Bisnis

Bagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Ini merupakan sumber yang penting, tetapi dulu perusahaan memiliki pengaruh yang kecil. Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan yang terbatas atas layanan yang diperoleh dari penyediaan layanan yang dikelola secara monopoli. Hari ini, para pengguna korporat meletakkan bersama keseluruhan jejaring di bawah kontrol mereka, memotong-pintas jejaring publik sebagian atau seenuhnya. Deregulation dan teknologi digital baru telah mengizinkan perusahaan untuk secara sadar merancang dan mengoperasikan jejaring telekomunikasi internal dan privat untuk meningkatkan posisi kompetitif mereka. Apa yang dulunya merupakan biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif.

Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yang cost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal, perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri jejaring privat.

Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur.

Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk mengembangkan jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi TIK baru. Sektor-sektor yang sangat bergantung pada TIK mencakup, antara lain perusahaan-perusahaan layanan finansial.

Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi.

Era Globalisasi

Perkembangan teknologi informasi telah berkembang luar biasa hebatnya baik dari sisi perangkat keras, perangkat lunak, atau sumber daya manusia yang mendayagunakannya. Saat ini kehidupan manusia mulai bergeser ke kehidupan komputasi persasif, suatu kehidupan yang meletakkan teknologi informasi sebagai bagian dari kehidupan manusia kapan dan dimana saja. Hal ini dapat diilihat dari prilaku manusia yang sudah mulai terbiasa dengan komputer, sudah mulai terbiasa dengan internet, dan sudah mulai merasakan bahwa sekumpulan kebutuhannya dapat dibantu oleh teknologi informasi.

Komunikasi Bisnis dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi.

Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).

Pergerakan bisnis yang semakin cepat menuntut komunikasi (suara, data dan informasi) yang lebih lebih cepat guna mempertahankan pelanggan, pemasok, dan, bahkan, dalam menghadapi persaingan.

Telepon Sebagai media Komunikasi Bisnis

Pada awalnya, komunikasi dalam dunia bisnis dilakukan dengan menggunakan suatu perangkat komunikasi yang disebut telepon, dimana dengan alat ini para pelaku bisnis dapat menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan pihak lain dalam rangka menjalankan bisnisnya.

Internet sebagai salah satu media Komunikasi Bisnis

Pengertian Internet

Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.

Manfaat internet

Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet:

1. Informasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial.

2. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.

Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.

Situs web perusahaan misalnya, menyediakan berbagai informasi. Banyak perusahaan dewasa ini menggunakan situs web unutk mengiklankan produk, menerima pesanan produk, meminta umpan balik pelanggan dan menerima karyawan. Mereka juga menggunakan internet untUk berkomunikasi dengan kelompok terpilih (pilihan).

Salah satu penggunaan internet sebagai media komunikasi bisnis adalah dengan penggunaan email, karena email adalah sarana internet yang bisa menyajikan tulisan.

E-Commerce dalam Komunikasi Bisnis

Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik.Di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.

Sistem E-commerce dapat diklasifikasikan kedalam tiga tipe aplikasi, yaitu :

a. Electronic Markets (EMs), yaitu sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan.

b. Elektronic Data Interchange (EDI), adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Secara formal, EDI didefinisikan oleh International Data Exchabge Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disepakati, yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer lain dengan menggunakan media elektronik”. EDI sangat luas penggunaaanya, biasanya digunakan oleh kelompok retail besar, ketika melakukan transaksi bisnis dengan para supplier mereka. EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain, tanpa memerlukan hardcopy atau faktur, sehingga terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.

c. Internet Commerce, adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk aktivitas perdagangan. Kegiatan komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.

Bisnis dan Komunikasi

Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan.

Dalam lingkup organisasi, tujuan utama komunikasi adalah memperbaiki organisasi, yang ditafsirkan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan manajemen. Komunikasi organisasi terjadi setiap saat. Dan dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarchies antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.

KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM ORGANISASI BISNIS

Komunikasi Bisnis yang efektif diperlukan oleh semua organisasi bisnis dalam upaya mencapai tujuannya. Organisasi bisnis yang produktif ditunjang oleh penguasaan komunikasi bisnis para anggota organisasinya, baik penguasaan komunikasi verbal (lisan dan tulisan), maupun komunikasi non-verbal. Fakta empiris dalam dunia organisasi menunjukkan bahwa sebagain besar anggota organisasi melakukan pekerjaannya dengan melakukan komunikasi.

Dalam kehidupan organisasi bisnis, keberadaan tim kerja semakin populer. Banyak perusahaan dari berbagai industri menerapkan konsep tim kerja dalam melakukan aktifitasnya. Pemakaian tim kerja diyakini banyak pimpinan perusahaan akan lebih efektif, dibandingkan penyelesaian aktifitas secara individual. Pemakaian tim kerja diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif. Penjumlahan aggota dalam tim akan memungkinkan menghasilkan output yang lebih besar dibandingkan output total yang dikerjakan oleh masing-masing individu. Tidak peduli seberapa berbakatnya seseorang, betapapun unggulnya sebuah tim atau seberapapun kuatnya kasus hukum, keberhasilan tidak akan diperoleh tanpa penguasaan keterampilan komunikasi yang efektif. Keterampilan melakukan komunikasi yang efektif akan berperan besar dalam mendukung pencapaian tujuan dari seluruh aktivitas. Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, maka kemampuan untuk mengirimkan pesan atau informasi yang baik, kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik, serta keterampilan menggunakan berbagai media atau alat audio visual merupakan bagian yang sangat penting.

Masalah Dalam Komunikasi

Komunikasi seringkali terganggu atau bahkan dapat menjadi buntu sama sekali. Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai berikut :

Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa.Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yang digunakannya.Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.

Kemampuan Individu dalam Komunikasi Bisnis

Dalam menjalankan praktek bisnisnya, individu yang melakuakn praktek bisnis tersebut perlu berkomunikasi dengan orang lain, semua pihak yang berkaitan dengan bisnisnya. Komunikasi antara atasan dengan bawahan, komunikasi dengan konsumen, komunikasi dengan pihak ketiga ( seperti pemasok, distributor, pemerintah, pihak lain ).

Untuk melakukan praktek bisnis ini para pelaku bisnis kiranya perlu memiliki kemampuan dalam komunikasi bisnis.

Tantangan seorang manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, yang menuntut kemampuan untuk mengkomunikasikan ide gagasan dan tujuan dalam lingkungan organisasinya serta bagaimana menyampaikan produk atau jasa yang dimilikinya kepada pelanggan.

Komunikasi Bisnis yang efektif diperlukan oleh semua organisasi bisnis dalam upaya mencapai tujuannya. Organisasi bisnis yang produktif ditunjang oleh penguasaan komunikasi bisnis para anggota organisasinya, baik penguasaan komunikasi verbal (lisan dan tulisan), maupun komunikasi non-verbal. Fakta empiris dalam dunia organisasi menunjukkan bahwa sebagain besar anggota organisasi melakukan pekerjaannya dengan melakukan komunikasi.

Kendala Dalam Komunikasi Bisnis

Terdapat 6 kendala yang mungkin muncul saat r mengkomunikasikan bisnis organisasinya, yaitu :

a. Struktur komunikasi yang buruk
Struktur komunikasi adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknya komunikasi bisnis. Tidak penting apakah audiencenya hanya s atu orang atau ribuan orang dan sekalipun di tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran, pesan yang disampaikan haruslah terdengar dan dimengerti. Struktur komunikasi yang baik, mengikuti pola :
1. Pembukaan
- isi
- penutup
selanjutnya : Umum à Detil à Umum atau Global à Detil à Global

b. Penyampaian yang lemah
Tidak menjadi menjadi masalah, apakah pesan itu penting atau impresif. Namun apabila disampaikannya tanpa “sentuhan yang kuat”, hasilnya tidak akan dapat menyakinkan orang lain sesuai harapan. Disamping itu, meskipun telah dilakukan “sentuhan ” yang sudah tepat ternyata seringkali juga masih memerlukan waktu untuk mendapatkan respons. Dengan demikian, pesan yang kuat, tidak boleh seperti lawakan yang tidak lucu. Pesan yang disampaikan haruslah ‘menyentuh’ secara kuat dan telak, tidak sekedar mengelus-elus atau mengingatkan.

c. Penggunaan media yang salah
Perlu untuk mempertimbangkan siapa, dari kalangan atau status sosial mana dan karakteristik unik lainnya dari sasaran yang kita tuju, sehingga kita dapat memilih media yang tepat. Jika pesan yang disampaikan sangat kompleks, berikanlah ruang agar audience kita dapat mencerna pesan tersebut secara lebih leluasa, sesuai kecepatan mereka, seperti di kamar tidur, kamar mandi, televise, radio, majalah, koran dan lain sebagainya.

d. Pesan yang campur aduk
Pesan yang campur aduk, hanya akan menimbulkan kebingungan atau bahkan cemoohan dari audience. Seperti, larangan untuk memberikan hadiah kepada klien, tetapi pada saat yang sama memberikan pengecualian untuk klien-klien baru atau pelanggan VIP yang berpotensi besar pada bisnis perusahaan. Sementara, kriteria dari klien potensial atau pelanggan VIP tersebut tidak dirinci secara jelas.

e. Salah Audience
Topik yang dipilih hendaknya relevan dan sesuai dengan ekspektasi audience. Sebagai contoh, misalnya dalam event pertemuan antara wakil dari Pemerintah dan Pengusaha, namun dalam presentasi disajikan tentang analisis situasi politik dan pemerintahan, sedangkan para pengusaha, sebenarnya lebih mengharapkan penjelasan bagaimana tindakan atau langkah-langkah konkrit yang diambil pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

f. Lingkungan yang mengganggu
Lingkungan yang mengganggu jelas merupakan kendala dalam komunikasi, sehingga pesan yang disampaikan tidak dapat diterima / didengar secara optimal. Seperti Suara penyaji yang tidak cukup terdengar oleh Audience, Suara keras dari luar ruangan, (seperti raungan sirine ambulan atau suara lalu lintas yang padat ), Bunyi handphone dari kantong audience, Interupsi, Sesi bicara yang menegangkan, dsb. Oleh karena itu, perlunya pemilihan tempat yang tepat serta upaya agar audience fokus dengan pesan yang disampaikan.

Masalah Komunikasi Bisnis dengan Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Dalam praktek komunikasi bisnis diperlukan sarana yang dapat menunjang proses komunikasi itu, teknologi informasi dan komunikasi yang semakin hari semakin berkembang dapat dimanfaatkan dalam praktek komunikasi bisnis.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan sistim informasi, komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistim informasi dan teknologi mempercepat proses Globalisasi, sehingga proses komunikasi terjadi setiap saat tanpa berhenti dan berlangsung pada saat yang hampir bersamaan di seluruh belahan dunia. Informasi dengan mudah dan cepat menyebar, bahkan nyaris tanpa penghalang apapun .
Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui berbagai macam media.

Perkembangan bisnis masa ini bergerak lebih cepat dibanding sebelumnya, sehingga mereka membutuhkan komunikasi yang lebih luas dan lebih baik, terutama dalam mempertahankan pelanggan dan pemasok, dan bahkan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Dengan solusi mobilitas diharapkan para karyawan akan lebih produktif, di manapun mereka berada. Itu karena mereka memiliki akses tertentu terhadap berbagai aplikasi perusahaan melalui berbagai perangkat bergerak atau berbagai akses lainnya.

Kesediaan prasarana dan sarana informasi serta tingkat pemilihan akses dan aset terhadap penggunaan informasi merupakan prasyarat untuk dapat memanfaatkan dan memberikan nilai ( volume ) terhadap sesuatu informasi. Semua prinsip informatika tersebut tidak terlepas dari tuntutan dan kebutuhan serta kegiatan manusia dan masyarakat di dalam kehidupannya sehari – hari. Dengan semakin mendalamnya keterlibatan setiap negara di dalam jaringan globalisasi ekonomi dan gaya hidup maka tuntutan dan kebutuhan serta kegiatan setiap negara termasuk masyarakatnya yang melibatkan pentingnya peranan informasi menjadi suatu keharusan.

Untuk itu komunikasi bisnis tanpa adanya dukungan infrastruktur sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi tentunya tidak akan berjalan dengan lancar. Selain itu tanpa adanya peranan teknologi informasi dan komunikasi praktek komunikasi bisnis akan menjadi ketinggalan zaman, informasi yang didapat akan jauh tertinggal, dan akan membawa dampak perkembangan bisnis akan menjadi lambat.

Kendala yang bisa saja muncul dalam praktek komunikasi bisnis dengan peranan teknologi informasi dan komunikasi adalah selain masalah infrastruktur sarana dan prasarana, juga masalah ketidakmampuan manusia dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan baik, juga kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik menjadi hambatan yang seringkali muncul dalam praktek komunikasi bisnis.

* masalah infrastruktur. Sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi yang terbilang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga bagi pelaku bisnis yang memiliki modal yang tidak banyak mengakibatkan kurangnya pembangunan infrastruktur pendukung Komunikasi bisnis.

* masalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Walaupun fasilitas komunikasi bisnis telah memadai, kendala yang bisa saja muncul adalah kemampuan sumber daya manusia dalam memanfaatkan fasilitas tersebut. Mungkin masih ada beberapa pelaku bisnis yang belum mampu menggunakan alat komunikasi dalam bisnisnya, sehingga walaupun peralatan yang digunakan adalah peralatan dengan teknologi canggih sekalipun, jika manusianya tidak dapat mengoperasikan/ menggunakan peralatan tersebut akan menjadi percuma.

* kemampuan individu dalam berkomunikasi. Masalah yang paling mendasar dalam praktek komunikasi bisnis baik dengan peran teknologi informasi dan komunikasi dan tanpa peran TIK tersebut, masalah yang mendasar adalah kemampuan komunikasi dari individu itu sendiri. Apabila seseorang memiliki kemampuan komunikasi yang kurang baik, maka secara otomatis praktek komunikasi bisnisnya tetap mengalami kendala, walau telah didukung oleh peranan teknologi informasi dan komunikasi. Cara orang tersebut menyampaikan pesan kepada pihak lain itulah yang menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan.

Kesimpulan

Semakin cepatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi menuntut manusia untuk mencoba membuat perubahan di segala jenis kehidupannya yang tujuannya adalah mendapatkan hasil maupun kondisi yang terbaik yang dapat dicapai. Banyaknya sektor kehidupan yang ada diharapkan membuka inovasi baru bagi kita untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kemajuan peradaban manusia.

Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal itu diberbagai situasi yang menantang. Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT ).

Walaupun praktek komunikasi bisnis menggunakan peran teknologi informasi dan komunikasi akan tetapi keberhasilan komunikasi itu disebabkan oleh kemampuan dari individu itu sendiri.



Daftar Referensi





KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM ORGANISASI BISNIS. Aam Bastaman SE. M.Si

Pengantar World Wide Web. Eddy Purwanto dan Tim Sub Bag Jaringan Informasi IPTEK, JIIPP

Menuju Masyarakat Informasi Indonesia: Peluang dan Tantangan .Kusmayanto Kadiman

Menteri Negara Riset dan Teknologi – Republik Indonesia

MAKALAH MENDESKRIPSIKAN PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI. Darmawan Ady Prabowo,S.Kom

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Peluang Bisnis Informatika Secara Umum

Pengantar Bisnis Informatika

Bisnis & Informatika. Memiliki dua arti yang saling berbeda, tetapi jika kata tersebut di padu padankan memiliki suatu keterikatan yang mempunyai satu makna.
Apa itu Bisnis Informatika?? Mungkin hal ini awam bagi kebanyakan orang. Dalam pengertian yang sederhana bisnis informatika adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang yang memiliki nilai (value) dengan tujuan mendapatkan keuntungan (profit) yang dilakukan dengan bantuan teknologi informasi. Yang dimaksud teknologi informasi disini mencakup semua hal yang berkaitan dengan teknologi informasi, seperti internet. Untuk lebih jelasnya penulis akan mencoba menjabarkannyapada tulisan kali ini. Penulis akan membahas satu persatu mengenai makna Bisnis Informatika.

1. Bisnis
1.1 Pengertian Bisnis.

* Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari - hari.

* Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang dan jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.[Griffin & Ebert]

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa bisnis adalah kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

1.2 Aspek - Aspek Bisnis

* Keuntungan individu dan kelompok
* Penciptaan Nilai
* Penciptaan Barang dan Jasa
* Keuntungan melalui Transaksi

1.3 Fungsi Bisnis

* Fungsi Mikro (Kontribusi terhadap pihak yang berperan langsung)
* Fungsi Makro(Kontribusi terhadap pihak yang tidak berperan langsung)

2. Informatika
Informatika berkaitan erat dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi adalah suatu seperangkat alat yang membantu kita dalam bekerja dengan informasi dan melakukan tugas - tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer melainkan mencakup juga teknologi komunikasi untuk mengirim atau menyebarkan informasi. Dari defenisi di atas, nampak bahwa teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer, tetapi juga termasuk teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain bahwa teknologi informasi merupakan hasil konvergensi antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi.

3. Bisnis Informatika

Setelah menelaah dari pengertian - pengertian diatas didapat maksud dari bisnis informatika. Menurut saya Bisnis Informatika adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu atau sekelompok orang (organisasi) yang memiliki nilai (value) dengan tujuan mendapatkan keuntungan (profit) yang dilakukan dengan bantuan teknologi informasi.

Bisnis informatika berkembang dengan pesat akhir - akhir ini seiring dengan berkembang pesatnya pula teknologi informasi. Kenapa begitu? Karena Bisnis Informatika muncul karena adanya peluang yang terdapat di dalam suatu teknologi informasi. Apa itu? Jawaban salah satunya Internet. Tidak dapat di pungkiri sekarang internet sudah mengalami pergeseran kebutuhan di dalam masyarakat. Yang dahulu Internet merupakan suatu kebutuhan pelengkap atau masih merupakan kebutuhan yang "mewah" bagi sebagian masyarakat, sekarang menjadi suatu kebutuhan sekunder ataupun kebutuhan primer. Kenapa bisa begitu? Karena sekarang kita dapat semakin mudah dan murah untuk mendapatkan akses internet.Hal ini tidak lepas dari semakin berkembangnya teknologi informasi.

Lalu muncul pertanyaan,apa- apa saja yang mencakup bisnis informatika?
Menurut saya semua kegiatan yang melakukan trAnsaksi jual - beli yang ada kaitannya dengan teknologi informasi masuk kedalam bisnis informatika. Contoh, sekarang sudah banyak masyarakat yang melakukan transaksi jual - beli secara online. Jadi kita tidak perlu repot-repot untuk jalan ke mall, ataupun toko - toko untuk mencari barang yang kita inginkan. Cukup dengan modal laptop/pc dan internet, kita bisa mencari semua barang yang diinginkan.

Banyak sekali web - web penyedia jual - barang secara online. Contoh E-Bay dan di dalam negri ada KASKUS. Saya pernah melihat acara tv yang sedang membahas bisnis online. Dijelaskan bahwa di KASKUS setiap harinya minimal terjadi 5 ribu(kalau tidak salah) transaksi jual - beli. Dimana kisaran transaksi terendah di rata- rata sebesar 30 ribu. Nah sekarang tinggal dikalikan saja 30 ribu x 5 ribu. Mencengangkan bukan. Betapa banyaknya perputaran uang yang ada di dalam bisnis informatika ini. Itu baru di dalam media internet, belum lagi kita lihat perkembangan warnet di indonesia. Kalau pemerintah mau serius, kita bisa mendapatkan hasil yang sangat banyak di dalam Bisnis Informatika ini.

4. Peranan Teknlogi Informasi di bidang Bisnis

Di bidang bisnis baik perdagangan barang maupun jasa komputer peranan teknologi informasi akan sangat penting untuk kegiatan transaksi baik rutin, periodik, maupun insidental dan menyediakan banyak informasi dengan cepat dan tepat.

Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen (Management Information System – MIS), merupakan sistem informasi yang sudah banyak diterapkan pada perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan barang dan jasa baik pada perusahaan besar, menengah, atau perusahaan kecil. SIM dapat diterapkan pada semua tingkat atau level manajemen yang ada yaitu manajemen tingkat atas (top management), manajemen tingkat menengah (middle management), dan manajemen tingkat bawah (lower management).

Di perusahaan dagang seperti department store, telah dipergunakan mesin cash register (mesin kasir) yang dilengkapi dengan kendali komputer sehingga mesin tersebut dapat dikendalikan oleh pihak manajer hanya dari ruang kerjanya secara cepat dan tepat, untuk scanning barcode kode barang dagangan, menghitung laba rugi, inventaris, dan sebagainya.

Di bidang perbankan, salah satu solusi sistem informasi perbankan telah diperkenalkan oleh perusahaan besar seperti Hewlett-Packard (HP), yang bekerja sama dengan Infosys telah memperkenalkan solusi core banking, yang disebut Finacle kepada bank-bank di Indonesia. Finacle memberikan solusi bagi bank yang ingin melakukan up-grade terhadap sistem yang telah mereka miliki. Dengan menggunakan Finacle, up-grade sistem bisa dilaksanakan dengan resiko investasi maupun kegagalan migrasi yang rendah. Ini penting bagi bank-bank agar mampu menghadapi siklus bisnis yang selalu berubah. Dengan solusi terpadu ini – berupa software dan hardware, jaringan, sistem integrasi, serta opsi consulting dan outsourcing – bank juga akan memiliki nilai tambah sehingga menjadi lebih kompetitif.

Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dan strategi dunia usaha perbankan yang selanjutnya lebih mendorong inovasi dan persaingan di bidang layanan terutama jasa layanan pembayaran melalui bank. Inovasi jasa layanan perbankan yang berbasis teknologi tersebut terus berkembang mengikuti pola kebutuhan nasabah bank. Transaksi perbankan berbasis elektronik, termasuk internet dan menggunakan handphone merupakan bentuk perkembangan penyedia jasa layanan bank yang memberikan peluang usaha baru bagi bank yang kerakibat pada perubahan strategi usaha perbankan, dari yang berbasis manusia (tradisional) menjadi berbasis teknologi informasi yang lebih efisien dan praktis bagi bank. Pada perusahaan jasa seperti perbankan komputer digunakan untuk menghitung bunga secara otomatis, transaksi on-line, ATM, dan sebagianya.

Komputer juga banyak digunakan untuk proses akuntansi, melakukan analisis keuangan, neraca, laba-rugi, dan sebagainya. Bahkan ada beberapa software yang secara khusus disediakan untuk operasi akuntansi. Di bidang perhotelan komputer digunakan untuk menentukan jumlah dan jenis kamar yang telah terisi dan masih kosong. Bahkan saat ini pada penjualan pertokoan kecil, usaha kecil dan menengah (UKM), apotek dan bermacam-macam usaha kecil lainnya juga telah banyak menggunakan komputer.



sumber : http://teknik-informatika.com/teknologi-informasi-bidang-manajemen

tri_s.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../pengertian+dan+fungsi+bisnis.pdf

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

CONTOH PROPOSAL BISNIS

MULTIMEDIA MANAGEMENT PRODUCTION

A. Executive Summary

“Hidup semakin mudah dan cepat sekali berubah, itulah mungkin yang saat ini sering diutarakan masyarakat kita, masyarakat yang sedang menuju kepada perubahan sosial ilmu pengetahuan. Inikah dampak dari globalisasi?”. Perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi yang semakin cepat menumbuhkan sebuah pola pikir di masyarakat kita saat ini yang semakin hidup konsumtif dan serba instant, kemudahan mendapatkan segala bentuk informasi, ketiadaan hambatan jarak dan waktu, dan kenyamanan akses sumber tersebut menjadi alasan utama yang mendasari akan adanya sebuah peluang bisnis yang menghasilkan.

Menjamurnya penggunaan internet, teknologi informasi dan berbagai media digital di berbagai instansi pendidikan, perusahaan-perusahaan dan pelatihan maupun kalangan masyarakat tersebut kini sudah tidak dapat diragukan lagi. Akan tetapi, ketika masyarakat kita yang sudah terlanjur mengadopsi perkembangan itu pernahkah berpikir untuk mengelola serta menggunakannya sesuai dengan kaidah dan etika berteknologi?.

Teknologi Informasi dan Elektronika telah menghasilkan sebuah industri baru yang disebut industri Teknologi Informasi dan Elektronika (untuk selanjutnya disingkat menjadi TIE). Industri TIE ini memiliki potensi pangsa pasar yang sangat besar dan bahkan menciptakan pola bisnis baru (new business models). Bahkan muncul istilah baru seperti “new economy”, “network economy”, “digital economy”, dan “x-economy”.

Multimedia Management Production, merupakan sebuah peluang bisnis yang berusaha memproduksi bermacam-macam media dan teknologi software tools yang dapat digunakan untuk kebutuhan yang sesuai dengan keinginan penggunanya dalam artian sesuai dengan pesanan pasar. Jenis-jenis media yang diproduksi antara lain ; CD multimedia interaktif, media cetak, media suara, media visual-audio serta software tools komputer serta training multimedia.

Untuk menyiasati bisnis baru ini agar dapat berkembang lebih besar lagi perlu sebuah cara, yaitu :

1. Desain media yang mudah digunakan.
2. Produksi sesuai dengan pesanan pengguna.
3. Tenaga ahli yang profesional.
4. Adanya sertifikasi media.

B. Gambaran Umum Bisnis

Visi :

Memberikan layanan dalam perancangan, pembuatan, produksi dalam bidang media teknologi informasi.

Misi :

Memberikan layanan training yang dapat menjadi sarana pencerahan dalam penggunaan teknologi informasi khususnya software tools yang akan membantu mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan pemanfaatan teknologi.

Menyampaikan materi dalam sebuah media yang bersifat interaktif ditujukan untuk mencerahkan wawasan dan meningkatkan skill teknis dalam menggunakan software tools tertentu yang akan membantu meningkatkan kualitas kemampuan akademik.

Menekan investasi training semaksimal mungkin, dengan kisaran biaya antara Rp 350.000 s.d. Rp 500.000, dengan menerapkan volume kelas menengah (10 s.d. 20 peserta/kelas) dengan diimbangi oleh penjagaan kualitas penyampaian materi melalui trainer dan asistennya yang terlatih secara teknis dan mampu berkomunikasi dengan baik.

Segment Pasar :

Segmen pasar yang dibidik adalah :

* Pelajar, mahasiswa, baik dari perguruan tinggi maupun instansi pendidikan lainnya, yang membutuhkan pencerahan wawasan teknologi informasi mengenai software tools tertentu yang akan membantu meningkatkan kualitas kemampuan akademiknya.

* Perusahaan-perusahaan yang sedang membutuhkan software tools yang akan digunakan dalam proses training peningkatan produktivitas kerja karyawan.

* Umum.

Profit Bisnis :

Profit yang di dapat bisnis ini dari pesanan pembuatan produk media dan pendaftaran pelatihan.

Deferensiasi Bisnis Bidang-Bidang

Berbagai bisnis seperti ini mungkin sudah mulai berkembang di Indonesia saat ini, tapi yang membedakan bisnis ini dengan bisnis lain yaitu adanya sebuah inovasi dalam proses pembuatan media yang menerapkan prinsip “up to costumer”, sehingga kami secara tidak langsung menjadi konsultan media sekaligus pembuat media. Dan kemudian setelah media tersebut jadi dapat disertifikasi sesuai dengan pesanan.

* Bidang produksi media.

* Bidang training.

Sumber Daya Manusia :

* Media Profesional : 2 orang ;

* Konsultan Media : 1 orang ;

* Media Specialist : 3 orang ;

* Programer dan Instruktur Ahli : 5 orang ;

* Tim Teknisi : 2 orang ;

* Akuntan : 1 orang ;

* Cleaning Service : 2 orang ;

Jumlah SDM : 15 orang

C. Potensi Bisnis

Kondisi Pasar Bisnis

Pertumbuhan bisnis produksi media dan training media terlihat belum berkembang begitu pesat di Indonesia, hal ini menjadi suatu tantangan dan sekaligus peluang bisnis. Permintaan pasar yang besar terhadap penggunaan media seiring terus berkembangannya ilmu dan teknologi membawa perubahan sebuah pola pikir di masyarakat kita saat ini yang semakin hidup konsumtif dan serba instant. Dan merubah aspek kehidupan yang tadinya tradisional menjadi digital. Hal ini dapat di lihat langsung misalnya; terus berkembangannya teknologi bagi pendidikan, perubahan di perusahaan dalam hal pelatihan yang menggunakan media digital sebagai salah satu sarana Diklat di perusahaan tersebut.

Penjelasan di atas adalah menjadi peluang bisnis dalam hal memfasilitasi dalam pembuatan produk media. Peluang bisnis ini semakin terbuka lebar mengingat perkembangan bisnis yang serupa belum begitu berkembang di sekitar kita.

Persaingan Saat Ini

Belum begitu banyak persaingan yang berarti dalam bisnis ini, mungkin yang perlu di waspadai dalam bisnis ini adalah harusnya adanya long commitment dalam upaya terus mengembangkan ide dan pengembangan tenaga ahli yang berkompeten.

D. Rencana Bisnis

Target Bisnis :

* Membantu memfasilitasi konsumen (instansi) dalam membuat media bagi pelatihan ataupun bagi kepentingan lainnya.

* Memberikan pelatihan mengenai penggunaan software tools yang dapat di aplikasikan dalam meja kerja.

* Menjadikan perusahaan ini sebagai pusat produksi dan pelatihan multimedia, dengan jaringan yang luas.

Kegiatan Usaha

* Produksi media dan software program dengan menjadikan sebuah prototipe atau contoh produk.

* Membuat rancangan desain produksi.

* Menyiapkan berbagai bentuk kebutuhan yang akan digunakan dalam pelatihan.

* Pengembangan dan penelitian produk media.

Strategi Bisnis :

* Tahap awal membuka bisnis ini dengan membuka jaringan kerjasama yang luas dengan lembaga-lembaga serupa baik dari pemerintah maupun swasta.

* Memberikan promosi bagi perusahaan atau instansi-instansi yang terkait dengan kegiatan perusahaan kami.

* Adanya tenaga ahli yang professional.

* Menjalin kerjasama dengan pengelola bisnis professional di bidang teknologi informasi seperti ; IPKIN (Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia), APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), dan berbagai vendor di bidang TIE.

* Pelayanan yang nyaman serta terpadu dengan mengoptimalkan kualitas produk ditunjang oleh komitmen dalam masalah waktu yang sesuai dengan perjanjian.

* Promosi bisnis yang terus berkembang dengan membuka website yang dapat memfasilitasi konsumen untuk mendapatkan segala informasi tentang perusahaan ini.

Resiko :

* Resiko terbesar adalah dana awal (modal) yang besar, hal itu terlihat pada proses pemilihan karyawan yang memiliki kemampuan yang bisa dibilang advance sehingga gajinya juga lumayan besar.

* Menjamurnya perusahaan yang sama dan berkembangnya ilmu pengetahuan di dalam masyarakat menjadikan mereka dapat membuat media sendiri dengan mudah.

* Perubahan teknologi yang semakin cepat sehingga para karyawan perusahaan perlu mengup-grade kemampuan diri

Antisipasi Resiko

* Kerjasama dengan tawaran yang menarik.
* Memperluas kerjasama.
* Mencari tenaga ahli alternatif dengan gaji sesuai.

Tawaran Investasi dan Kerjasama

Sistem Kerjasama

* Sponsorship:

Penawaran Kerjasama

Kami Pihak Management Perusahaan “MULTIMEDIA MANAGEMENT PRODUCTION” bermaksud menawarkan kerjasama kepada Instansi Pemerintah/Lembaga/Perusahaan yang Bapak/Ibu kelola dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Sponsor Tunggal

Instansi Pemerintah/Lembaga/Perusahaan Anda adalah satu-satunya mitra kerja dalam penyelenggaraan kegiatan Kami.

Maka Kami telah menyediakan kontraprestasi sebagai wadah promosi Instansi Pemerintah/Lembaga/Perusahaan Anda. Maka sebagai sponsor tunggal, Kami percayakan kepada Instansi Pemerintah/Lembaga/Perusahaan Anda sebesar 25%.

2. Sponsor Utama

Kompensasi sebesar 10%.

3. Sponsor Pendamping

Kompensasi 5%.

* Investasi modal :

Mencari para investor yang ingin menanamkan modal di perusahaan ini dengan memperoleh bagi hasil kompensasi laba di akhir periode tutup buku per akhir bulan atau per akhir tahun.

Data Finansial

Rancangan anggaran dana awal (modal) : Rp. 60.000.000,00

Pinjaman : Rp. 60.000.000,00

Rp. 120.000.000,00

Infrastruktur

- Tanah 300 m2; : Rp. 30.000.000,00

- Komputer 10 buah; : Rp. 40.000.000,00

- Studio audio-visual; : Rp. 10.000.000,00

- Kamera, dll. : Rp. 10.000.000,00

Rp. 90.000.000,00

Biaya operasional awal

- Promosi Perusahaan : Rp. 14.000.000,00

- Gaji Karyawan : Rp. 16.000.000,00

Rp. 30.000.000,00

Sisa Rp. 0,00

Penutup

Dalam membangun dan mengelola bisnis ini diperlukan sebuah SDM (sumber daya manusia) yang kompeten dan berkualitas sehingga dapat memberi pelayanan yang sesuai kepada pihak konsumen.

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Sponsorship

Kami yang bertanda tangan di bawah ini merupakan rekan bisnis yang menjalin kerja sama, dimana salah satu pihak merupakan pengelola multimedia management production yang memberikan tawaran kerjasama yang selanjutnya disebut pihak pertama. Dan satu pihak lagi merupakan sponsor yang menerima tawaran kerja sama yang disebut pihak kedua.

Demi keberlangsungan bisnis multimedia management production pihak pertama membutuhkan dukungan dana yang kemudian pihak kedua bersedia memberikan pencairan dana dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Pihak pertama berhak menggunakan dana demi keberlangsungan tanpa sepengetahuan pihak kedua.

2. Pihak kedua berhak mencantumkan atribut perusahaan sesuai dengan kesepakatan sponsorship.

3. Kedua pihak berkewajiban menjaga dan melaksanakan isi perjanjian sesuai kesepakatan.

4. Kerjasama ini dilakukan secara sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

5. Perjaijian batal apabila ada salah satu pihak yang tercederai haknya.

Demikianlah surat perjanjian ini dibuat, hal-hal yang belum tercantum akan diatur kemudian. Perjanjian ini berlaku sejak perjajian ini ditanda tangani.

Bandung,………..20…


Pihak pertama, Pihak kedua,


(…………………) (……………..)


Lampiran-Lampiran Lain


PROFIL PERUSAHAAN

* Nama Perusahaan : Multimedia Management Production
* Alamat : Jl. Dalam Raya No.13 Setiabudhi – Bandung Telp. 022-2057483
* Email : mmproduction@plasa.com


Visi :

Memberikan layanan dalam perancangan, pembuatan, produksi dalam bidang media teknologi informasi dan pendidikan.

Misi :

1. Memberikan layanan training yang dapat menjadi sarana pencerahan dalam penggunaan teknologi informasi khususnya software tools yang akan membantu mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan pemanfaatan teknologi.

2. Menyampaikan materi dalam sebuah media yang bersifat interaktif ditujukan untuk mencerahkan wawasan dan meningkatkan skill teknis dalam menggunakan software tools tertentu yang akan membantu meningkatkan kualitas kemampuan akademik.

3. Menekan investasi training semaksimal mungkin, dengan kisaran biaya antara Rp 350.000 s.d. Rp 500.000, dengan menerapkan volume kelas menengah (10 s.d. 20 peserta/kelas) dengan diimbangi oleh penjagaan kualitas penyampaian materi melalui trainer dan asistennya yang terlatih secara teknis dan mampu berkomunikasi dengan baik.


Bentuk Usaha : Bersama.

Bentuk usaha bersama dinilai sangat sesuai, mengingat modal usaha yang cenderung cukup besar serta dengan bentuk usaha bersama maka masing-masing dapat saling memberikan partisipasi dalam mengembangkan usaha tersebut, dan setiap langkah yang diambil diharapkan dengan bersama ini dapat lebih matang dalam pengembangannya.


Bidang Usaha : Multimedia Management dan Media Production.

Modal Usaha : Pribadi dan Pinjaman.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Reparasi Komputer dan Laptop

Reparasi Komputer dan Laptop

Sekarang ini kebanyakan orang memiliki komputer atau laptop. Sebagian dari pemilik itu adalah pelajar, mahasiswa, dan pekerja kantor. Peluang ini bisa Anda wujudkan sebagai peluang bisnis. Yang Anda butuhkan dalam usaha ini adalah keahlian dan kemampuan.

Konsumen utama Anda adalah para pemilik dan pengguna komputer. Untuk memulai usaha ini Anda cukup menyediakan tempat yang strategis dan ruangan yang cukup. Kemudian tempatkan rak, lemari display kaca yang cukup besar dan tinggi, meja dan kursi, serta peralatan pendukung reparasi lainnya. Selanjutnya Anda menyiapkan minimal satu computer dengan spesifikasi tinggi yang digunakan untuk mencoba CPU atau computer yang sudah jadi.

Untuk menambah display, Anda bisa menyediakan berbagai macam keperluan computer seperti keyboard, mouse, speaker, monitor dan lain-lain. Tarif service adalah bervariasi, tergantung pada tingkat kesulitannya.

Keberhasilan usaha ini terletak pada kualitas dan harga. Jika usaha Anda sudah berkembang, ada baiknya Anda juga menjual berbagai kebutuhan computer dan laptop beserta aksesorisnya.


referensi : Buku 121 Peluang Bisnis Terpopuler

http://wb8.itrademarket.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Multimedia Content dan Edutainment di Internet

Perkembangan Bisnis Informatika di Indonesia

Perkembangan teknologi informasi dan komputer menyebabkan perubahan kultur kita sehari-hari yang disebut dengan “information age”. Media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.
Seperti yang kita tahu permasalahan di dunia ini adalah “ruang dan waktu” oleh karena itu penerapan teknologi informatika sangat dibutuhkan, maka dibutuhkan sebuah penerapan teknologi ini untuk memecahkan masalah. Karena banyaknya permintaan dalam teknologi informasi dan komputer di Indonesia dalam segala bidang maka munculah perusahaan-perusahaan yang bergelut dalam bisnis informatika ini. Seperti contohnya adalah penyedia layanan internet, software house, hosting, dll.
Perkembangan bisnis informatika di Indonesia belakangan ini terjadi peningkatan yang sangat pesat mengingat kebutuhan akan dalam bidang ini sangatlah besar dari tahun ke tahun. Ini menjadikan bisnis informatika menjadi salah satu bisnis yang mempunyai potensi yang cerah untuk kedepannya. Hal ini juga harus didukung oleh sumber daya yang berkualitas, melihat kualitas teknologi informasi dan komputer yang dituntut semakin baik setiap saatnya.


Jenis dan tipe Bisnis di Bidang TIK

Perkembangan teknologi Informatika yang pesat belakangan ini telah memicu timbulnya beragam jenis dan tipe bisnis informatika. Terdapat 2 macam bisnis informatika yaitu produk dan jasa.
1. Produk
Hardware / Perangkat Keras
Software / Perangkat Lunak
2. Jasa
Aplikasi
e-commerce
Infrastruktur informasi dan komputer

Software

Adalah bisnis yang melakukan pejualan terhadap software/perangkat lunak. Biasanya menerima pemesanan software sesuai kebutuhan perusahaan yang membutuhkan.

Infrastruktur

Adalah bisnis Informatika yang menyediakan sebuah layanan informasi dan komputer, seperti Internet Service Provider, Jaringan Komputer, dll.

ecommerce

Internet berkembang menjadi saluran distribusi global utama untuk produk jasa, lapangan pekerjaan bidang manajerial dan professional.

E-commerce dapat didefinisikan dari beberapa perspektif :

1. Komunikasi : pengiriman barang, jasa, informasi, atau pembayaran melalui jaringan computer atau sarana electronic lainnya.

2. Perdagangan : penyediaan sarana untuk membeli dan menjual produk, jasa, dan informasi untuk internet atau fasilitas online lainnnya.

3. Proses Bisnis : menjalankan proses bisnis secara elektronik melalui jaringan elektronik, menggantikan proses bisnis dengan informasi

4. Layanan : cara bagi pemerintah, perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya pelayanan/operasi sekaligus meningkatkan mutu dan kecepatan layanan bagi konsumen.


Contoh Kasus Bisnis Informatika di Indonesia yang menarik perhatian masyarakat luas :

1. Fupei sudah meluncur sejak Mei 2004 dengan digawangi Sanny Ghaddafi, 27 tahun, web progammer lulusan Universitas Bina Nusantara dan Marlinda Yumin, 24 tahun, sebagai analis sistem.

Sepasang anak muda itu terinspirasi dengan kesuksesan Friendster di Indonesia. Mereka tertarik dengan konsep sederhana dan unik Friendster yang sukses membina hubungan antar-teman.Tak heran jika fitur-fitur yang ada di Fupei mengikuti tren pengembangan fitur Friendster. Filosofi Fupei "without friends, we're nothing" juga senapas dengan situs jejaring sosial terbesar ketiga dunia itu.

Anggota Fupei bisa berdiskusi musik, meng-upload foto dan video. Bahkan beberapa fitur terbaru di Friendster, seperti chat, dan mini flash game, juga sudah tersedia. Aplikasi toolbar sebagai akses jalan pintas pun bisa diunduh pemakai Internet Explorer, Firefox, dan browser-browser lainnya. Daftar fitur Fupei masih cukup panjang. Ada forum diskusi, komunitas, blog, dan link profil.

Tak hanya di sisi fitur, dalam penggunaan pilihan bahasa Fupei ikut tren penggunaan bahasa lokal yang dipakai Google, Yahoo!, dan Friendster. Awalnya Fupei memakai bahasa Inggris dan Indonesia, kini versi bahasa Jawa, Sunda, dan Betawi sudah mulai dikembangkan. Malah, dari sisi kualitas kedekatan dengan anggota, Fupei jauh lebih unggul daripada Friendster, MySpace, atau Facebook. Fupei punya acara andalan, yaitu kopi darat, berupa gathering, bazar, menonton film, bakti sosial, hingga buka bersama.

Kopi darat ini minimal dilakukan sebulan sekali dengan peserta rata-rata 50 orang. Bagi Sanny dan Marlinda, kopi darat selain memperat pertemanan juga menjaga loyalitas anggota. Apalagi jumlah anggota aktif Fupei termasuk paling banyak dibandingkan dengan situs komunitas lain. Apalagi jika dihitung dari jumlah pelanggan terdaftar yang mencapai 70.000-an orang.

Pertambahan anggota yang awalnya hanya 1.000 menjadi puluhan ribu juga memaksa Fupei menyewa hosting sendiri. Selama dua tahun pertama, mereka mendapat hosting gratis di MasterWeb. Alhasil setelah itu Sanny harus merogoh kocek pribadi lebih dalam untuk biaya operasional minimal Rp 4 juta per bulan. Permasalahan dana memang menjadi masalah klasik bagi pengembang di Indonesia. Pernah ada satu investor lokal yang menawar Fupei dua tahun silam. Sayang, si investor memberi penawaran yang terlalu kecil. Bahkan tak memadai untuk biaya operasional bulanan. Jadi ditolak.

Belakangan ada investor asal Amerika yang berminat membeli Fupei. Lagi-lagi mereka sepakat menolak. Alasannya, nasionalisme. Sanny ingin perputaran uang Fupei masuk ke kantong orang dan negara Indonesia. Akhirnya mereka memilih mencari dana melalui pemasangan iklan dan banner. Ternyata, banyak pihak yang tertarik memasang iklan di Fupei, misalnya Indosat, Nokia, Blitz Megaplex, serta panitia Abang-None Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara-Kepulauan Seribu.

Sanny heran, mengapa tak ada pemodal lokal yang mau mendanai Fupei. Potensi bisnisnya juga ada. Ini terlihat jumlah pelanggan Indonesia di situs-situs tersebut yang nyaris menyentuh 10 juta orang. Belum lagi dilihat dari jumlah pengakses internet di Indonesia yang tahun lalu sudah menembus angka 25 juta orang. Jika dilihat dari sisi teknologi dan fitur, Fupei jelas tak ketinggalan dari situs jejaring sosial asing.

Menurut Sanny, dari sisi kemampuan teknis, pengembang web Indonesia tak kalah kualitasnya dengan pengembang asing. Coba saja tengok situs ACN yang dibangun oleh Agus Saragih, 29 tahun, dan Kristian, 25 tahun. Konsep situs ini tak beda jauh dengan Facebook. ACN ingin menjadi wadah semua orang yang pernah dan masih sekolah di Indonesia. Baik itu siswa-siswi, alumni, senior, junior, maupun sesama guru di seluruh Indonesia.

Desain dan fitur situs yang diluncurkan tepat pada hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2007 itu tak kalah dengan kompetitor asingnya. Tampilan halaman muka bisa dipersonalisasi dengan mengedit CSS-nya. Fitur utama mereka ada empat, yaitu Teman ACS, Halamanku (bisa diisi foto, video, bertukar pesan, blog, dan buletin), Informasi Sekolah (dilengkapi dengan database yang terus di-upgrade di seluruh sekolah di Indonesia), dan Obrolan Santai.

Bukti lain soal kebolehan anak muda kelahiran Indonesia juga bisa dilihat pada Batara Eto. Pria 29 tahun yang besar di Medan ini adalah web programmer Mixi, situs jejaring sosial paling populer di Jepang. Bersama Kenji Kasahara, Batara mendirikan Mixi sejak Februari 2004. Batara menjadi chief technology officer (CTO) dan Kenji sebagai CEO.

Batara Eto (sebelum pindah menjadi warga Jepang setahun silam bernama Batara Kesuma) menetap di Tokyo setelah merampungkan kuliah di Jurusan Ilmu Komputer Takushoku University, Jepang. Ia mulai merancang Mixi (sebelumnya bernama E Mercury) pada Desember 2003 dengan dukungan aneka program open source seperti MySQL, Perl, LAMP, dan Apache Webserver. Ia membuat arsitektur scale-out untuk Mixi. Desain ini menggunakan banyak server biasa dan paling pas untuk situs yang perkembangannya pesat.

Salah satu kunci sukses Mixi adalah karakter komunitas. "Untuk bergabung ke Mixi harus mendapat undangan dari anggota," ujar Batara dalam sebuah seminar, dua tahun silam. Kini ada 490.000 komunitas di Mixi. Komunitas adalah tempat anggota untuk berbagi pendapat dan mengekspresikan hobi. Keberadaan komunitas ini sejalan dengan asal kata mixi, yaitu mix (berbaur) dan I (saya). Fitur komunitas menjadi ciri khas Mixi yang sanggup menarik minat jutaan orang. Keunikan lain situs berbahasa Jepang ini, setiap anggota mendapat user ID berupa nomor.

Sejak semula, Mixi sudah membuat fitur blog dan ada jendela (pane) di halaman depan yang berisi daftar blog link semua teman yang bersangkutan. Fitur ini baru diadopsi Friendster dua tahun lalu. Selain itu, Mixi juga bebas spam, jauh berbeda dari Orkut yang dipenuhi broadcast spam. Tak mengherankan jika Mixi sanggup memikat 11 juta anggota, nyaris semua orang Jepang. Angka ini jauh mengalahkan MySpace. Bahkan Yahoo! Jepang pun kalah populer dengan Mixi.

Catatan kunjungan peselancar maya di Mixi juga fantastis. Setiap bulan, jumlah halaman yang dilihat (page views) mencapai 11,75 milyar. Sebagai perbandingan, salah satu situs lokal Indonesia terpopuler, www.detik.com, "hanya" mencatat 417.000 page views per jam. Catatan ini membuat mixi terpampang di posisi 50 website paling banyak dikunjungi menurut Alexa, perusahaan pendata lalu lintas website.

Dari sisi bisnis Mixi juga sangat menguntungkan. Sejak tahun 2006, Mixi sudah terdaftar di bursa Tokyo Stock Exchange today. Nilai kapitalisasi pasarnya sekitar US$ 2 milyar. Sebanyak 80% dari total keuntungan US$ 9, 6 juta berasal dari penjualan iklan. Pendapatan total Mixi mencapai US$ 45 juta. Tentu saja, Kenji dan Batara menikmati kemewahan berlimpah dengan sukses Mixi. Kenji tercatat sebagai orang terkaya ke-37 di Jepang dengan mengantongi kekayaan US$ 740 juta. Batara yang melepas jabatan CTO sejak awak tahun ini juga diberitakan menjadi milyuner.

Semestinya, kesuksesan Batara bisa dinikmati pengembang dan progammer di Tanah Air. Namun seperti yang diungkap Sanny, permodalan dan dukungan dari warga lokal dan pemerintah masih kurang. "Makanya, banyak yang lari ke luar negeri," kata Sanny. Sementara itu, pemerintah menilai pengembangan industri TIK Indonesia dilakukan melalui konsep wirausaha. Menurut Dirjen Telematika Cahyana Ahmadjayadi, industri TIK selayaknya mengedepankan kemandirian permodalan kerja dan berorientasi pada utilitas. "Meski pemerintah juga ikut membantu dengan mendirikan pusat pengembangan peranti lunak," katanya.

Padahal, pasar TIK nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Data dari lembaga riset independen IDC mencatat jumlah software house di Indonesia akan naik menjadi 500 unit tahun ini, dengan jumlah pengembang profesional 71.600. Namun jika dilihat dari jumlah total pengembang profesional di dunia adalah 13,5 juta, maka Indonesia hanya menyumbang 0,5%. Sumbangan terbesar dari India (10,5%) dan Amerika (18,9%). Region Asia Pacific penyumbang developer terbesar di dunia (29,2%) disusul North America (21,7%).

IDC juga menyebutkan, tahun ini sektor TIK akan menumbuhkan 81.000 lapangan pekerjaan dan 1.100 perusahaan TIK baru. Pasar peranti lunak dibandingkan dengan total pasar TIK meningkat menjadi 11,4% dari hanya sekitar 6% tahun 2005. Masalahnya, apakah peluang ini bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh pengembang lokal? Atau malah diambil oleh pemain kuat dari Jepang, Korea, dan Taiwan. "Pasar sudah terlihat, jadi tinggal menunggu strategi kita untuk bertempur didalamnya," kata Romi Satria Wahono, peneliti rekayasa peranti lunak dari LIPI.

Memang, Romi melihat pengembangan konten lokal TI di Indonesia terutama di beberapa sektor. Mulai bisnis di Internet, baik dari sisi menjual barang di internet ataupun menjadi publisher iklan (lewat Google Adsense, Amazon Affiliate Program, Adbrite, dan sebagainya). Lalu ada pula pertumbuhan jumlah pemakai knowledge and content sharing melalui blog. Menariknya, behavior knowledge sharing ini sudah mulai dilakukan oleh mahasiswa, dosen-dosen muda, peneliti, hingga pejabat pemerintah. Komunitas knowledge sharing seperti IlmuKomputer.Com dan bidang-bidang lain seperti kimia, metalurgi, dan sosial makin marak.

Di sisi multimedia content dan edutainment, pengembang Indonesia juga banyak unjuk gigi. Pembuat game-game lokal sudah banyak beredar. Mobile content kita marak, multimedia pendidikan juga makin heboh. Produk buatan IlmuKomputer.Com (Brainmatics) sudah masuk ke bank-bank asing, perusahaan asing, perusahaan penerbangan, perusahaan perkebunan, universitas, SMA/SMK, dan juga TV edukasi. Perusahaan lain yang juga dikenal dengan produk massalnya adalah Bamboo Media, Pesona Edukasi, Ganesa Exact, dan Elex Media Komputindo.

Idealnya, geliat positif ditindaklanjuti dengan gerakan proaktif pemerintah. Terutama untuk menjadi penghubung dengan pihak yang membutuhkan software. Perlindungan pemerintah pada pengembang dan progamer lokal serta bantuan modal usaha. "Perbaikan infrastruktur informasi dan internet dengan menurunkan harga bandwidth supaya tak lebih mahal dari negara tetangga kita," kata Romi.


2. Industri kreatif sebagai kunci perkembangan bisnis telematika masa depan

ICT Partnership Forum 2009, ”Industri kreatif sebagai kunci perkembangan bisnis telematika masa depan”

Salah satu permasalahan masih terus ada di industri kreatif berbasis TIK,
yaitu kebutuhan investasi teknologi yang cukup besar namun siklus hidup teknologi relatif singkat.
Untuk itu, industri telematika perlu mencari upaya agar konsumen dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia se-optimal mungkin.
Sehingga industri telematika dapat memperoleh pendapatan se-maksimal mungkin, dari investasi yang telah dilakukan.

Upaya peningkatan pemanfaatan teknologi telematika secara optimal oleh konsumen hanya dapat tercapai jika tersedia ragam aplikasi dan konten yang mampu memenuhi berbagai jenis kebutuhan konsumen.
Oleh karena itu, dengan mendorong bertumbuhnya industri kreatif berbasis telematika, diharapkan akan berkembang sebuah industri yang akan menjadi motor utama penggerak industri telematika tersebut.

Aplikasi seperti e-learning, tele-medicine, social networking, sampai konten selular seperti mobile magazine, mobile news dan lainnya, adalah aplikasi unggulan yang disinyalir akan mampu menumbuhkan pengguna. Aplikasi unggulan tersebut seyogyanya juga mampu meningkatkan kualitas pengguna, yang akhirnya berujung kepada tumbuhnya industri akibat pemberdayaan pengguna.

Untuk mencapai tahap tersebut, lebih dahulu harus terbentuk suatu ekosistem ideal untuk Industri Kreatif berbasis TIK. Hal tersebut yang kemudian oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di tuangkan dalam bentuk Forum Telematika yang akan diinisiasi dalam sebuah kegiatan bertajuk “ICT Partnership Forum 2009 – Industri Kreatif Berbasis Telematika sebagai Kunci Pengembangan Bisnis Telematika Masa Depan” yang diselenggarakan hari ini, Selasa 31 Maret 2009 di Hotel Millenium Jakarta.

Disampaikan oleh Ashwin Sasongko, Sekjen Depkominfo selaku Ketua Bidang ICT PII, bahwa tumbuhnya konten-konten yang bermanfaat harus dapat mengimbangi penetrasi internet yang semakin tinggi. Sementara itu Cahyana Ahmadjayadi, Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo, sebagai panitia pengarah di kegiatan ini, mengatakan Pemerintah membuka diri untuk masukan-masukan terkait keperluan penerbitan regulasi yang terpadu. “Konten-konten yang positif adalah salah satu perhatian pemerintah saat ini” tambahnya.

Indra Utoyo selaku Ketua Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI), menambahkan bahwa Industri Kreatif berbasis TIK adalah enabler dari industry telematika saat ini. Melengkapi hal tersebut M. Andy Zaky, Pemimpin Redaksi Teknopreneur mengatakan, “Ekosistem yang sesuai untuk bertumbuhnya Industri Kreatif Berbasis Telematika harus diciptakan bersama-sama oleh segenap stakeholder telematika di Indonesia, sehingga mengakomodir setiap kebutuhan dan dapat mengarah ke peningkatan daya serap pasar telematika di Indonesia”.

Sementara itu Menkominfo, Muhammad Nuh dalam pidatonya mengatakan pentingnya 5 C dalam industri kreatif, yaitu Human Capital, Social Capital, Cultural Capital, Technology Capital yang akan memunculkan Creativity. “Kreatifitas tidak cukup hanya bermodalkan Cultural Capital dan Social Capital saja. Technology Capital merupakan komponen yang penting untuk membentuk industri kreatif”. ujar Nuh.

Hadir sebagai nara sumber dalam acara tersebut Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin - Budi Dharmadi, Sekjen Departemen Perdagangan - Ardiansyah Parman, pemusik Anang Hermansyah, Co Founder Main Games Creative Studion - Marlin Sugama, Marketing Director PT. Indosat - Guntur S. Siboro, Operational & Internal Affair Mobile 8 Telecom - Merza Fachys, National Technology Officer, Microsoft Indonesia - Tony Seno, Chairman Tekno Ventura - Amir Sambodo, Ketua Umum PII - Airlangga Hartarto, Ketua Komite Bidang Telekomunikasi dan informatika Kadin - Anindya Bakrie dan Habibie Center - Ilham Habibie, serta Andreas Pardyanto dari MIKTI sebagai moderator.

ICT Partnership Forum 2009 dilaksanakan atas kerjasama MIKTI, PII dan Teknopreneur serta Majalah BISKOM sebagai Media Partner.




ICT Partnership dan Sanny Ghaddafi
http://bisniskeuangan.kompas.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS